Sukses sebagai Manajer.

Team1

Sebagai seorang Manajer, pernah nggak anda menghadapi situasi saat bawahan melakukan pekerjaan yang buruk, gagal atau bekerja tidak memenuhi standar? Jika ya, maka pertanyaan yang harus anda tanya pada diri anda sendiri sebagai Manajer adalah, “Apa yang telah saya lakukan sehingga bawahan saya gagal?.” Apakah anda yakin bawahan anda gagal karena mereka tidak bisa atau karena sistem yang anda terapkan sebagai Manajer cacat atau apakah tidak ada tindakan nyata dari anda untuk mengatur mereka agar sukses. Kalau seperti ini, lalu siapa yang akan bertanggung jawab terhadap kegagalan bawahan anda? Ya tentu saja anda sendiri, sebagai Manajer mereka.

Anda suka atau tidak, jika seorang pekerja melakukan pekerjaan di bawah standar, yang pertama kali ditanyakan adalah siapa sih atasannya kemudian sistem apa yang mereka terapkan sehingga jadinya gagal.

Kenapa dalam tim olah raga professional, orang pertama yang di’pecat’ jika tim-nya gagal adalah sang Kepala Pelatih dan bukan pemainnya?

Inilah yang menjadi fungsi serbabisa dari seorang Manajer dalam mengatur bidangnya dan semua manajer harus memahami hal ini. Ya memang ada beberapa manajer yang bilang akan selalu ada buah yang busuk dan perlu dipotong dahannya agar pohon tersebut bisa memberikan buah yang baik, agar tim lebih produktif dan maju, tapi ini lain topik dan akan dibahas di posting-an blog berikutnya.

Beberapa poin bagaimana anda bisa sukses sebagai manajer:

– Objektif manajer adalah membantu bawahannya untuk memberikan yang terbaik bagi organisasinya.

– Manajer ternyata tidak jauh berbeda dengan atlit. Manajer juga harus berlatih dan bekerja setiap hari untuk meningkatkan keahlian mereka. Jika jabatan anda adalah Manajer dan anda tetap berada di tempat yang sama, tidak ada perkembangan atau progres, takut mengambil resiko, maka akan ada sebuah daya lebih kuat mendorong anda keluar dari sistem tsb. Seperti bekerjanya dunia. Tidak bisa dijelaskan, dan terjadi secara natural. Dan jika anda mengandalkan “Saya menjaga posisi saya.” lalu tidak memberikan kontribusi, anda akan dikeluarkan dari sistem. Jadi berlatihlah setiap hari.

– Ini semua tentang proses me-review secara regular dan melakukan peningkatan. Jika tidak ada yang diukur, maka anda tidak akan bisa mengaturnya. Jika tidak bisa mengatur, maka anda bukanlah seorang Manajer.

– Ada bedanya ‘melempar’ pekerjaan ke bawahan anda dibandingkan dengan mendelegasikannya. Bedanya, ‘melempar’ pekerjaan misalnya “Saya mau kamu mengerjakan ini, mengerti? Ada yang ditanya? Saya perlu ini selesai jam 3 sore besok.” Kalau mendelegasikan artinya menjelaskan ke mereka kenapa anda ingin mereka mengerjakannya, menerima saran balik untuk bertukar pikiran, menyetujui waktu tenggat dari kedua belah pihak, memiliki sistem follow-up yang bisa dimonitor progresnya dan terapkan sistem rewards jika mampu. Anda sebagai Manajer harus mendelegasikan pekerjaan daripada ‘melempar’nya ke bawahan anda.

– Jika jabatan anda ada kata “Manajer” dengan beberapa bawahan untuk diatur, maka hal-hal berikut ini seharusnya anda lakukan:
a. Bekerja dengan tujuan,
b. Mengembangkan SDM,
c. Membangun sebuah tim,
d. Menentukan standar,
e. Menciptakan dan menjaga network (eksternal dan internal),
f. Berpikir secara strategi dan mengerti aspek-aspek ‘how-to’ untuk eksekusinya.

– Manajer yang hebat menggunakan Preparation-Do-Review untuk setiap aktivitas:
a. Mengejar tujuan dari manajemen,
b. Membuat progres mencapai target,
c. Mengembangkan SDM,
d. Menentukan standar kerja,
e. Memperkuat ikatan antar anggota tim,
f. Menjadi contoh sikap yang diinginkan.

– Manajer dibayar untuk memecahkan masalah, membuka jalan kalau mentok/ bottleneck, memberikan inspirasi, melatih dan membuat kontribusi yang besar dalam pertumbuhan dan peningkatan. Proses dasar dari pekerjaan anda adalah perencanaan, eksekusi, monitoring/mengontrol, evaluasi/mengukur hasilnya dan mengulangi proses tersebut kembali. Jika anda tidak melakukan satupun hal di atas berarti anda bukanlah manajer, anda hanya makan gaji buta yang diberikan perusahaan.

– Kunci dari Pemilik dan BOD adalah mengetahui bagaimana membuat semua manajer mereka paham apa yang harus dilakukan seorang manajer.

Bagaimana menurut anda? Apakah anda setuju?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>